Friday, 31 July 2009

Asinan Sayur & Buah a la Keluarga Cinta (a.k.a. Asinan Bogor)



Asinan ini favoritku dan suami. Dulu malah sempat jadi komoditi daganganku di kantor :)
Biasanya buat dalam jumlah besar sekalian, simpan di kulkas, cocok dinikmati pada musim panas seperti saat ini. Konon, asinan Bogor yang asli pakai tahu, tapi karena aku nggak suka tahu, maka si putih kaku ini aku skip.

Kalau punya manisan lain, baik itu manisan mangga, salak, kedondong, dan lain lain, campurin aja tanpa airnya. Bisa juga ditambah papaya mengkal.

Bahan :

2 bungkus sayur asin, cuci bersih, potong @ 2cm
¼ whole kubis, rajang agak kasar
2 buah nanas, cuci dengan garam, potong agak besar
2 buah bengkoang ukuran sedang, potong @ 4cm
1 buah timun besar, potong kecil kecil
100 gram taoge panjang
3 sdm garam
3 sdm cuka
500 gr gula pasir
1 sdm ebi, rebus, ulek halus
3 cabe merah ulek agak kasar (boleh lebih kalau suka pedas)

Cara membuat :


Cuci bersih semua bahan sayur
Rebus 750 cc air sampai mendidih
Masukkan gula, garam, ebi, cabe, masak sampai air berwarna merah cantik
Masukkan cuka
Cicipi rasanya (rasa ini harus manis, asin dan asam menyengat)
Masukkan berturut turut bengkoang, sayur asin, kubis, timun, nanas, taoge. Didihkan
Biarkan dingin, masukkan kulkas.
Asinan akan terasa lebih enak setelah menginap semalam
Tambahkan kacang goreng yang masih berkulit coklat dan kerupuk unyil kalau suka pada saat mau dimakan.

Untuk +/- 10 orang



Thursday, 30 July 2009

Bikin soes pake loyang pie




Sejak pertama bikin kue soes dulu, Puji Tuhan, aku nggak pernah menemui masalah. Soesku bisa dibilang selalu berhasil. Aku hanya mengalasi loyang kue kering dengan kertas roti.

Nah, ceritanya, gara gara baca tips di sebuah buku 'Anti Gagal', aku lihat ada cara membuat soes dengan loyang pie. Hasilnya, bawahnya berbentuk gerigi. Aku pikir cantik juga nih.

Jadi, waktu bikin soes pesanan HR tadi pagi, aku tirulah itu idea. Adonan soesku aku cetak dengan spuit di atas loyang pie, baru ke loyang kue kering. Oven. Matang. Eh...ternyata bener loh, bentuknya jadi lebih cantik, bawahnya nggak cuma terepes seperti yang selama ini aku buat.

Tapi harus hati hati, pastikan soes sudah benar benar matang dan kering, karena kalau masih ada adonan yang kurang matang, susah mengeluarkan dari loyang pienya. Kalau kejadian soes susah keluar dari loyang pie, pakai pisau berujung tumpul untuk mengikis kue yang menempel. Takes time, but works well.

Next time mau coba pakai loyang nastar kalau mbuatin soes kecil kecil buat Cinta :)



Daganganku hari ini : Soes dan Kroket




Hari ini orderan 'The Tiny Bites (TTB)' adalah kroket ayam jamur dan soes, yang dipesan oleh team HR. Kroketnya, seperti biasa, isi ayam, keju dan jamur shitake, dilengkapi dengan saus mustard dan cabe rawit. Sedangkan soesnya isi vla, diberi topping DCC dan sepotong kiwi untuk mencegah rasa enegh.





Tadinya yang ngasih order mau pesan lunch box sekalian...tapiiiiiiii...sementara ini, untuk meal, TTB belum sanggup melayani kalo hari kerja ya, 'Mbak, next time aja kalau bisnisku sudah full time.. :D

Wednesday, 29 July 2009

Macaroni Schotel buat farewell partynya pak Fajar



Tadi pagi bikin pesanan 3 loyang alfoil besar untuk farewell partynya pak Fajar, Manager Comdev di kantorku yang mengundurkan diri karena mendapat beasiswa keluar negeri.

Isi macaroninya jamur champignon, wortel, daging asap dan kornet, susu, telur, keju, jumlah isiannya banyaaaaaaak , perasaan lebih banyak isiannya daripada macaroninya sendiri..heheh... Di atasnya diberi taburan keju parut. Photo yang di atas itu waktu habis keluar dari oven tadi pagi. Sengaja nggak aku buat kering dulu, karena baru akan dikirim kekantor jam 15:00 nanti sore. Jadi masih perlu dioven ulang sama mbak Sus di rumah.







Nah kalau yang ini, bekal sarapanku di kantor. Dari adonan yang aku buat, setelah dibagi dalam 3 loyang tadi, masih ada lebihan dikit, jadi dicetak pakai alfoil oval ini. Beberapa dijual ketetangga yang pernah pesan kalau aku bikin pesanan makanan yang 'mambu mambu londo' disuruh nawarin. Jadi setiap kali aku bikin macaroni schotel, pastel tutup dan kroket ayam keju dan ada lebihan, pasti mbak Sus beredar nawarin. Lumayan, hasilnya buat tipsnya mbak Sus.. :)





Soal rasa, ya gitulah...(menurut aku)...enak, gurih, juicy, cheesy...apalagi ya? milky... tapi nggak bikin enegh :)

Buat pak Fajar, congratulations, belajar baik baik, biar cepet pulang ke Indonesia lagi, syukur syukur masuk kekantor kita lagi ya...tapi ntar kalau masuk kerja lagi, bikin selamatan lagi ya, welcome back party gitu.. :)

Monday, 27 July 2009

Sup cream penghangat pagi yang dingin..




Sabtu kemarin cuaca pagi agak agak mendung dan dingin, padahal ini sudah musim kemarau ya... Nunggu tukang sayur langganan belum lewat juga, padahal kami sekeluarga mau keluar rumah pagi pagi. Nyari nyari bahan yang ada di rumah, ketemu roti tawar, smoke beef, sedikit daging ayam, sosis kaleng, jamur kaleng dan jagung manis kaleng...dasar keluarga kaleng..heheheh..


Hmmmm....kalau gitu bikin yang gampang gampang aja, biar nggak ribet, cepet sarapan, cepet keluar rumah. Jadi, dibuatlah sup cream ini, dengan isian..itu tadi, temuan temuan di atas.


Caranya gampang kok...


Bahan :


1 bawang bombay ukuran sedang iris halus
2 lembar smoke beef iris tipis
1/2 kaleng sosis, iris bulat tipis
1 ons daging ayam fillet, iris tipis
1 kaleng jamur champignon kecik, iris tipis
1/2 kaleng jagung manis, tiriskan
1 sdt kaldu bubuk
1/4 sdt pala bubuk
50 gr keju cheddar parut
600 - 750 ml susu cair (aku pakai Ultra biru)
2 sdm terigu (apa saja)
1 sdm margarine untuk menumis


Cara membuat :
Tumis bawang bombay dengan margarine sampai harum
Masukkan irisan jamur, dan ayam, tumis sampai berubah warna
Masukkan terigu, aduk cepat sampai terigu berwarna kuning
Tuangkan susu cair, aduk rata
Masukkan bahan bahan lainnya.
Aduk terus sampai mendidih dan mengental
Sajikan dengan sambal botol dan roti tawar


Resep ini bisa untuk 5 orang.


Sup cream ini bisa juga dijadikan isiannya Zuppa Soup (sup cream yang ditaruh di mangkok tahan panas, trus ditutup dengan selembar adonan puff pastry trus dioven sampai puff pastrynya matang, garing kekuningan)

Wednesday, 22 July 2009

Yang baru dan yang lama...semua alat berguna..



Kalau nggak salah namanya Crimper, biasanya untuk cake decorating. Tadinya mau aku pake untuk menghias adonan kaastengels yang dibentuk bunga mawar seperti ide kreatifnya mbak Etty Kusuma waktu bikin nastar mawar, tapi ternyata hasilnya ancur, saudara...jadi kaastengelnya dicetak biasa aja.. next time coba lagi untuk bikin nastar...:)


Di tokonya, ini diberi label 'garpu kepiting'. Gunanya, kalau aku, untuk mencelupkan sus yang sudah matang kedalam lelehan DCC. Harganya Rpp 6,500 di Plastic Garden.


Aneka whisk... Favoritku yang tangkainya merah, walaupun kecil tapi ulet.


Cetakan nastar bentuk keranjang... **jadi kangen ciciku, almarhum Ina yang dulu menularkan kecanduan bikin nastar pake cetakan ini... :( **



Sebenarnya ini untuk membuat fruit cocktail. Tapi bisa juga dipake untuk membuat nastar, supaya ukurannya seragam. Bahannya dari plastik keras. Murah, hanya Rp 2,000 beli di Pastrad.

Ring cutter berbagai ukuran.. Beli di toko 8, 1 set isi 10 Rp 35,000. Merknya Surya...

Kaastengels a la Keluarga Cinta


Sebagai video editor, Pok suamiku, punya jam kerja seperti Hedwig, burung hantunya Harry Potter :). Dia paling suka kerja malam hari sampai pagi, setelah keadaan sekitar rumah sepi. Nah, masalahnya, Pok sering kelaparan di tengah malam padahal sore sudah makan dan nggak mau mengganggu tidurku hanya untuk menyiapkan makanan. Trus paginya, waktu aku bangun, dilaporin kalau semalam perutnya perih karena lapar...kasihaaaaannn....(eh, tapi bisa juga perihnya karena ngerokok terus itu loh, Du) .


Seringnya memang kami beli snack khusus buat mengisi perutnya selama bekerja, tapi Pok lebih senang kalau snacknya home made. Sukanya juga yang padat tapi kering gitu, seperti nastar dan kaastengels.


Nah, long weekend kemarin, hari Senin 20 July 2009 aku berniat menghabiskan stock keju Edam di kulkas, maka aku bikinin kaastengels kesukaan suamiku.

Resepnya pakai resep ibundanya mbak Yun dengan sedikit modifikasi. Kalau mbak Yun pakai tepung terigu Cakra, aku pakainya tepung terigu Kunci yang memang khusus untuk cookies.


Waktu nyampur adonan telur dengan terigu, aku nyampurnya asal rata saja, nggak sampai mengerahkan tenaga, supaya hasilnya tidak liat. Sebagian adonan yang belum dicetak aku simpan dulu di kulkas. Nyetaknya pakai cetakan kaastengels kecil. Khusus untuk Cinta, cetakannya pakai yang bentuk bunga.



Olesi dengan 1 butir kuning telur yang dicampur dengan 1/2 sdt Cookies Glaze.


Taburi keju parut. Oven slama 35 menit dengan suhu 160 Derajat Celcius. Keluarkan kaastengels sebelum benar benar berwarna kecoklatan. Karena proses pematangan masih berlangsung walaupun kaastengels sudah dikeluarkan dari oven. Setelah dingin baru dimasukkan stoples. Hasilnya renyah dan gurih asli keju. Ingat ya, jangan menambahkan garam atau bahkan vestin (ini sering aku temukan kalau beli kaastengels di toko).

Alhasil malam itu si Hedwig kerja sambil terus mengudap kaastengels dan secangkir besar kopi tubruk...pagi pagi nggak ada keluhan perut perih lagi :D

Chiffon Cake Keju


Beberapa waktu terakhir di milis NCC hangat membahas Chiffon Cake. Banyak yang mengeluh kenapa permukaan Chiffonnya pecah. Banyak tips dan trick yang diberikan oleh teman teman, intinya, membuat Chiffon cake harus menggunakan panas oven 150 - 160 Derajat Celcius saja, selama 75 - 90 menit. Tapiiiiiii.....ya masih banyak juga yang datang dengan persoalan yang sama : permukaan pecah... :)


Seperti biasa, aku juga jadi penasaran dan ikut ikutan latah pengen praktek waktu long weekend Minggu 19 July 2009. Tadinya mau bikin yang Chiffon Pandan, tapi karena kuatir nggak ada yang makan di rumah - karena Cinta dan Babanya kurang suka cake yang nggak ada unsur coklat - aku bikinnya yang Chiffon Keju. Seandainya toh mereka nggak suka, aku pasti akan suka karena unsur kejunya itu. Ini resep dan photo photonya, barangkali teman teman mau nyobain ya.


Cari cari resep, dapat dari blognya Riana.



Resep Chiffon Keju
Source: Seri Masak Femina Primarasa - Cake Istimewa Semua Yummy

Bahan:


150 g terigu protein rendah, ayak
100 g keju cheddar, parut
1/2 sdt soda kue
1 sdt baking powder
1/2 sdt garam
100 g gula kastor
100 ml minyak goreng
100 ml susu cair
5 kuning telur (dari telur @ 70 g)
7 putih telur (dari telur @ 70 g)
1/2 sdt cream of tartar (optional)

Olesan & Taburan (aku nggak pake):


200 gr mentega/margarine
200 gr keju cheddar, parut




itu baskom bukan sembarang baskom loh...memang khusus buat bikin kue.. :D


Cara Membuat:

Panaskan oven pada 180 derajat Celcius. Siapkan loyang chiffon diameter 24 cm. Jika ada, gunakan loyang chiffon berkaki. Jangan olesi bagian dalamnya dengan minyak/margarin. (my note: sebaiknya alasnya dialasi kertas roti biar gampang ngelepas cakenya kalau sudah matang. Supaya adonan tidak meluber waktu dituang, karena dasar loyangnya nggak rapet, panaskan dulu loyang di dalam oven selama 10 menit)

Campur terigu dengan keju parut, soda kue, baking powder, garam, dan 2 sdm gula kastor, aduk rata. Buat lubang di tengah campura tepung, tuangi minyak goreng, susu dan kuning telur. Aduk dengan pengocok kawat hingga licin, sisihkan.




Kocok putih telur dengan mikser berkecepatan sedang hingga berbusa, masukkan cream of tartar dan sisa gula dalam beberapa tahapan. Kocok hingga putih telur membentuk ujung yang tumpul waktu mikser diangkat (my note : jangan terlalu kaku).




Masukkan putih telur dalam beberapa tahapan ke dalam adonan tepung, aduk perlahan hingga rata. Perciki bagian dalam loyang dengan air masak. Tuang adonan ke dalam loyang. Masukkan dalam oven, panggang hingga matang (lk 75 menit). Tandanya tidak ada sisa adonan yang menempel ketika ditusuk dengan lidi (my note : dan kalau dipegang permukaannya membal)

Keluarkan kue dari oven, segera balikkan loyang hingga kue benar-benar dingin (lk 1 1/2 jam) (my note : aku tumplekin di atas botol syrup). Keluarkan kue dari loyang dengan bantuan spatula/pisau panjang.



Balikkan kue di rak kawat, balik sekali lagi ke piring saji sehingga bagian atas kue tetap di atas. Olesi seluruh permukaan kue dengan mentega/margarin, lalu taburi keju parut (my note : aku nggak pake, soale sudah cape dan males...heheh).


Hasilnya, setelah menuruti semua petunjuk teman teman di milis, permukaan cakeku nggak pecah. Cakenya lembut di dalam, gurih di luarnya. Seperti sudah diingatkan Riana, memang rasanya nggak terlalu ngeju, tapi OK lah. Dan di luar perkiraanku, ternyata Cinta dan Baba mau !.

Tuesday, 21 July 2009

Buku Cake Decorating Step by Step NCC




Minggu 19 July 2009 aku ke toko 8 Pucang dan Petra TogaMas, 2 tempat yang sangat aku sukai. Kalau ke toko 8 Pucang pasti ke Petra Togamas, karena letaknya berseberangan, sekali kayuh, dua surga dunia terlampaui.
Selain mengantar Cinta dan Babanya belanja buku bulanan mereka, aku juga sengaja mencari buku terbitan NCC terbaru yang berjudul Cake Decorating step by step.


Ini adalah buku terbitan NCC ke 2 yang aku beli, setelah 18 Cakes & Cookies. Sebenarnya masih ada buku tentang cupcakes juga, tapi aku tidak beli.


Kalau yang pernah ikut kursus Cake Decoratingnya NCC, pasti kenal betul dengan style butter cream decorating a la bu Fat. Nah dibuku setebal 106 halaman ini, semua yang diajarkan selama kursus dibahas lagi. Lengkap dengan nomor spuit yang diperlukan.


Decorating with butter cream memang belum aku kuasai benar, walaupun aku sudah ikut kursusnya di Surabaya bulan January 2009 lalu. Setelah kursus belum aku praktekkan kecuali membuat swirl (yang pastinya tanpa kursus juga sudah pada bisa ya? Modal spuitnya aja..heheh) . Dengan adanya buku ini, rasanya semua memory tentang pelajaran dekor jadi tervisualisasikan.


Di bagian akhir ada photo keluarga NCC dan deskripsi singkat tentang para personelnya, mas Wisnu, bu Fat, Riana, Nadrah, uni Dewi, Eka dan Yenny... Ada rasa bangga yang aneh waktu membaca buku ini...seolah olah keluargaku sendiri yang menerbitkannya dan aku bangga menjadi bagian dari keluarga tersebut **ndeso yoh? babah wis.. heheheh**


Ahhhhhhh.......senangnya punya buku ini...lebih senang lagi karena ada discount 25% di Petra Togamas :)

Tuesday, 14 July 2009

Fruit pie dan Amris Jumbo, jualanku hari ini...



Kemarin aku dapat order Amris dan Fruit Pie dari Leaf Division untuk meeting hari ini. Kebetulan para Directors yang selama ini seringnya ngantor di Jakarta juga lagi pada meeting di Surabaya di hari yang sama dan butuh snack, jadi aku buatin snack yang sama sekalian...biar nggak terlalu repot.

Nah, selama ini keluhan yang aku sering dapat kalau menjual Amris adalah ukurannya yang terlalu mungil. Hanya cukup untuk 'satu emplokan' kata orang Surabaya. Padahal aku sudah membuat dadarnya dengan teflon 18cm loh, nggak bisa mbayangin complaintnya temen temen kalau aku pakai wajan yang 12cm :) . Malahan ada yang bilang, nggak cocok, orang sebesar aku kok bikinnya snack mini..hihih..

Jadi untuk kali ini (dan mungkin seterusnya), aku buat Amris Jumbo, besarnya 2 kali lipat ukuran biasa. Smoke beef, keju, mayonese dan telurnya lebih banyak, kulitnya berlipat lipat. Tapi karena adonan kulitnya sudah enak, walaupun banyak kulitnya tetap aja kerasa enak, karena adonannya aku beri kaldu bubuk. Ternyata, rasanya mantap banget. Makan 1 sudah kerasa kenyang. Yang pesan dan teman temannya senang, walaupun tentunya harganya juga menyesuaikan... ;p

Ini 'tampak dalam' Amris Jumboku.

sarapan sang penjual :)


Ini bentuk utuhnya :


molegh.. :)


Dan ini fruit pienya...**heran, kok banyak temenku yang suka sama kombinasi Amris dan Fruit Pie kalau pesan** :D

fruit pie belum selesai dihias




Pesanan Leaf Division jauh di bawah sono sudah selesai dinikmati...banyak yang nelpon aku dan bercita cita mau order snack dari Depot Kidung Cinta....ah....Puji Tuhan kalau bisa nambah customer :)

Nah,kalau yang ini si Kidung Cinta Andjani, genduk cilikku. Dia sudah bisa bantu bantu kalau aku bikin pesanan snack. Semalam dia bantu ngaduk ngaduk adonan kulit Amris. Belum perfect, masih muncrat sana sini, dan kalau sudah bosan ditinggal gledagh, tapi kami berdua enjoy kerja bareng. Mudah mudahan setelah besar nanti Cinta juga suka masuk dapur.





Monday, 13 July 2009

Fruit pie & praline buat Lentera Anak Angin

Lentera Anak Angin adalah keponakan suamiku yang merupakan sepupu tersayang buat Cinta. Hari Minggu 12 Juli 2009 kemarin, Anggi, panggilannya, dikhitan. Keluarganya mengadakan selamatan di Probolinggo. Tamu yang datang diberi makan sate dan gule kambing dan dibawain goodie bag berisi snack. Untuk acara ini aku menyumbang fruit pie dan praline.


Bikin kulit pienya nyicil, mulai minggu lalu, simpan di chiller. Dibawa Sabtu sore ke Probolinggo belum dihias. Minggu pagi mulai melapisi coklat. Siangnya mulai diberi vla dan fresh fruits. Vla dan fresh fruit tidak boleh dimasukkan terlalu lama sebelum dikonsumsi supaya kulitnya nggak basah. Kecuali kalau disimpan di kulkas setelahnya. Pie yang sudah dihias nggak sempat aku photo karena Ibu Ibu yang memasukkan snack ke goodie bag kerjanya cepet banget, pie jadi langsung masuk kotak, aku jadi sungkan mau nyempatin photo photo... :. Pokoknya buahnya strawberry utuh, masih sedaun daunnya, kiwi dan peach, tambah coklat yang aku cetak berbentuk mlungker mlungker.






Bikin pralinenya juga nyicil mulai minggu lalu, tapi nggak disimpan di kulkas, cukup di ruang ber AC aja, karena takut keringatanPralinenya ada yang aku isi selai, kismis dan trimits. Aku pakai beberapa warna jadi tidak kelihatan membosankan.

Anak anak kecil yang datang seneng banget dapat praline...ya iyalah, orang dewasa aja (yang coklat mania) seneng, apalagi anak anak... :) . Tapi kalau aku, aku hanya senang membuat dan melihat, nggak seneng maemnya...Aku kurang suka coklat, kecuali Silver Queen, itu juga yang almond, coklatnya dikit, kacangnya yang banyak :)



Friday, 10 July 2009

JCC Potong yang bikin sutris.... :)



Hari ini aku mbuat pesanan temen kantor, pastel tutup dan JCC (Japanese Cheese Cake). Orderannya mendadak, baru kemarin siang after lunch. Padahal di rumah yang ada hanya bahan kalengannya aja. Puji syukur pada Tuhan, semua bisa selesai tepat waktu, walaupun sempat dag dig dug, takut nggak kelar.


Ini pertama kali aku jual JCC slice dalam jumlah yang cukup banyak. Temenku pesennya nggak mau bentuk segitiga tapi harus kotak. Asli, stress loh aku ngerjain JCC potongnya. Karena selama ini cuma jual JCC whole. Hias dengan fresh fruits dan whip cream, kirim, beres. Tapi kalo motong motong sendiri... whuaaaaaaaa........ susah ternyata. Karena ngoven beberapa kali,aku gantian pakai loyangnya. Both yang kotak dan yang bulet. Jadi, hasilnya tetep aja ada yang segitiga. Nggak papa ya, Liv...malah cantik kok kalo bentuknya segitiga..heheh..ini kataku loh.




JCC slice, saking buru buru, pastel tutupnya nggak ke photo..



Nah susahnya lagi kalau JCC slice ini, buahnya nggak bisa numpuk numpuk banyak gitu, ndak ada tempatnya :)


Anyway, Olive, thank you for ordering, next time order lagi ya.. :D

Oiya, untuk project JCC potong ini aku pakai whipped cream Vivo...ternyata waktu dipakai untuk bikin hiasannya, jadinya lembek :(. Menurut pengalamanku, masih bagusan Haan..jauh lebih kokoh walau tanpa tambahan gelatine.






Thursday, 9 July 2009

Sup (tanpa) hisit a la Keluarga Cinta



Sup ini merupakan modifikasi dari resep Sup Hisit a la Mak Kiem, Mamieku tercinta.

Tapi karena aku nggak punya hisit, jadi nggak pake hisit. Trus dagingnya aku pakai daging ayam, dan ditambah 1 sdm kecap ikan, 3 sdm saus sambal botolan, karena suamiku suka sup yang pedas.

Rasanya enaakkkk....dimakan panas panas, cocok untuk yang kena gejala flu.

Monday, 6 July 2009

JCC buat bu Roem



Hari ini aku bikin JCC untuk ulang tahun bu Roem yang ke 70 (bukan 77 seperti yang ku kira sebelumnya..hiks). Dipesan oleh puteri bungsunya yang juga merupakan belahan jiwaku. Pesannya buahnya mau pakai strawberry, anggur merah dan kiwi.


Kali ini JCCku buahya berlimpah limpah, atas, tengah, bawah....soalnya ini - selain pemesannya suka buah - juga mewakili ucapan selamatku untuk bu Roem yang, puji syukur kepada Tuhan, sampai umur 70 tahun masih sehat dan kuat. Bahkan masih bisa naik sepeda sendiri kemana mana.


Selamat ulang tahun bu Roem, semoga tetap sehat, terus semangat sehingga bisa mendampingi putera puteri dan cucu cucu sampai mereka dewasa. Dan semoga kasih dari Allah Bapa selalu memenuhi kehidupan keluarga Roem. Amin.




Tumis baby buncis & daging cincang



Kemarin untuk makan siang, untuk memperkenalkan Cintaku pada daging, aku masak tumis buncis ini. Rasanya enak banget, baby buncisnya, karena hanya dimasak sebentar saja, terasa renyah dan manis. Sedangkan dagingnya, karena pakai daging giling, cepat sekali empuknya... tapiiiiiiiiiii, sayangnya anakku belum mau...rasa daging - kecuali bakso- masih kerasa 'aneh' buat dia. Selama ini kalo bikin masakan yang memakai daging sapi, dia hanya mau kaldunya saja. Ndak papa, deh...yang penting sudah dicobain.

Bahan :


500 gr baby buncis, bersihkan, potong 2

150 gr daging sapi cincang

4 siung bawang putih cincang

1/2 sdt merica

1 sdt kaldu bubuk

1/2 sdt garam

1/2 sdt gula pasir


Cara membuat :


Tumis bawang putih dan merica sampai harum

Masukkan daging cincang, masak sampai berubah warna

Tambahkan 5 sdm air, masak sampai daging empuk

Masukkan buncis dan bumbu bumbu lainnya

Masak sebentar sampai bumbu merasuk

Hidangkan panas panas
(untuk 4 porsi)


Note : sebaiknya memasak tumis ini hanya untuk 1 kali makan, kalau dihangatkan kembali, buncis jadi lembek, kurang asyik..

Garlic Grater



Pertama kali lihat alat ini, aku mikir mikir, grater sekecil (ukuran sekitar 3 - 4cm) ini mau dipakai buat apa..ndeso ya? heheh..


Kemarin ke Ace Hardware lihat lagi, kali ini ada labelnya...ternyata ini adalah garlic grater, atau parut buat bawang putih. Hmmm....bener juga, kalau cuma buat marut garlic atau apalah yang hanya perlu space kecil, trus kita pakai parut yang besar kan mubazir ya...jadi, aku beli aja. Bisa dibuat marut keju, jahe, dll.

Harganya sekitar Rp 22,000.


Measuring Cups



Kalau sering dapat resep yang ukuran bahannya pakai cup, mending beli sendok cup ini saja daripada repot mengkonversikan dalam gram.

Terbuat dari plastik, ada beberapa ukuran dalam 1 set. Kalau yang ini belinya di Ace Hardware.





Tahu Pong Semarangan



Kalau kita ke Semarang, pasti banyak penjual tahu pong bertebaran. Memang tahu pong merupakan salah satu trade mark kota Semarang.

Tapi kalau nggak sempat ke Semarang, kita bisa bikin sendiri loh. Kuncinya hanya pada saus petis dan tahu pongnya. Tahu pong adalah tahu yang kalau digoreng tengahnya jadi kosong dan kulitnya terasa renyah. Pada saat menggoreng gunakan minyak banyak dan api dengan panas sedang. Jangan buru buru menggorengnya, karena kalau kurang kering, dengan cepat tahu yang sudah menggembung akan mengempes lagi.

Satu porsi tahu pong biasanya berisi potongan tahu goreng, tahu emplek (=dadar tahu) dan gimbal udang. Disajikan secara terpisah dengan saus petisnya, ditambah acar lobak dan gilingan cabe rawit.

Ini resep resepnya kalau mau coba :

Saus Petis

Bahan :

100 gr gula merah
50 gr petis udang
4 siung bawang putih cincang
5 sdm kecap manis
1 sdt vetsin
1/2 sdt garam (atau sesuai selera)
1 1/2 gelas air

Cara membuat :

Rebus gula merah dan petis udang dengan air sampai larut.
Saring supaya kotorannya tidak terikutkan.
Panaskan lagi air gula, tambahkan kecap manis, bawang putih cincang, vetsin, garam, masak sampai mendidih.


Tahu emplek :

Bahan :

2 telur kocok lepas
5x5 tahu dihancurkan
1/4 sdt garam
1/4 sdt vetsin

Cara membuat :

kocok semua bahan, dadar sampai matang


Tahu Gimbal :

100 gr udang besar, buang ekor dan kepalanya
2 bungkus tepung bakwan siap pakai
250 cc air

Cara membuat :

Cairkan tepung bakwan dengan air sampai rata, masukkan udang
Goreng dengan minyak panas sampai kering
Potong potong
Sajikan

Acar lobak :

1 lobak besar, kupas, iris tipis
1 sdm garam
3 sdm gula pasir
1 sdt cuka

Cara membuat :

Remas remas lobak dengan garam sampai layu, cuci bersih
Tambahkan gula pasir dan cuka, aduk rata, simpan dalam kulkas sampai waktu yang diperlukan


Untuk 4 porsi


Note : saus petis memang encer.. :)




saus petis

Friday, 3 July 2009

Kroket ayam jamur (+keju)



Hari ini bikin pesanan temen, kroket ayam jamur. Resepnya sih sama seperti biasanya, ayam dan jamur shitake, cuma kali ini aku bereksperimen dengan mencampur kentang purenya langsung ke adonan isi. Biasanya, kalau mbuat kroket, aku buatnya terpisah, jadi kentang pure dipipihkan, baru diisi adonan isinya, dibulet buletin trus dipanir sehinggai isinya terkumpul di dalam kentang


Tadinya mo nyobain kroket yang tanpa kentang, tapi kok nggak PD, bentuknya kayaknya nggak bisa firm.


Ternyata kalau pure langsung dicampur dengan isi (dalam keadaan panas), hasilnya memuaskan loh. Kroketnya jadi kencang dan gampang dibentuk. Temenku sebenarnya pesan nggak pakai keju, tapi sebagai bonus aku kasih beberapa kroket ayam jamur yang aku tambahin potongan keju cheddar kraft di tengahnya karena anak dan suaminya suka keju. Ini enaknya dapat pesanan dari temen sendiri, bisa sambil bereksperimen :)



yang kuning kuning itu saus mustard