Saturday, 19 November 2016

Bubur Ketela a la Keluarga Cinta

 
Mumpung lagi sempat dan niat nge-blog...sekalian aku upload resep ini :)
 
Waktu aku kecil, Mami selalu memasak sendiri makanan dan camilan untuk kami sekeluarga. Jaman dulu penjual makanan jarang lewat di rumah kami.  Lagian dengan jumlah keluarga yang sangat besar waktu itu, tentu jauh lebih hemat untuk memasak sendiri daripada beli. Plus, masakan Mami memang enak (of course menurut kami anak anaknya..hehe).
 
Salah satu yang sering Mami masak adalah bubur ketela (ubi jalar) ini. Biasanya disajikan setelah anak anak bangun tidur siang, sambil  menunggu waktunya makan malam. Maklum, di perut kami (waktu itu) banyak naga kecil yang selalu kelaparan :)
 
Membuatnya tidak sulit, bahannya gampang dicari, tapi enyaaakkk..
 
Bahan :
 
2 ketela ukuran besar (kurang lebih 750 gram)
3 sdm air kapur sirih untuk merendam ketela
Air secukupnya untuk merendam ketela
300 gram gula Jawa, rebus dengan sedikit air dan 2 lembar pandan, sampai mencair, lalu saring
1 1/2  lt air
5 sdm tepung kanji/tepung tapioca, cairkan dengan sedikit air matang
3 lembar pandan, cuci bersih, bentuk simpul
 
Santan :
 
300 cc santan Kara
sejumput garam
500 cc air
2 lembar daun pandan, cuci beris, bentuk simpul
Rebus semua dengan api kecil sampai mendidih lalu angkat daun pandannya.
 
Cara membuat :
  • Kupas ketela, potong dadu sebesar 1cm
  • Campur air perendam dengan air kapur sirih, masukkan ketela yang sudah dipotong sampai semua terendam, lalu biarkan selama 1 - 2 jam.
  • Cuci bersih, dan tiriskan
  • Sementara itu rebus air, gula Jawa dan daun pandan sampai mendidih, masukkan ketela.
  • Masak sampai ketela empuk. Kalau kurang manis, bisa ditambahkan gula pasir sesuai selera.
  • Setelah ketela empuk, masukkan campuran tepung kanji, aduk rata sampai kental dan meletup letup. Memasukkannya sedikit demi sedikit sambil dilihat kekentalan yang dimaui ya..
  • Sajikan bubur dengan santan.
 
Notes : sebaiknya gunakan ketela kuning atau putih, jangan ketela ungu..karena kalau ungu warnanya mengerikan :)
 
 
 
 
 

Mie Kuah a.k.a. Mie Godog ala Keluarga Cinta

 
 
Setiap kali aku membuat Baceman Bawang, ada 2 jenis mie yang aku buat. Satu, Mie Goreng untuk aku (resep sudah ada di sini ) dan satu lagi Mie Godong untuk suamiku. Iya, selera kami memang berbeda, tapi karena bahannya nggak beda jauh, ya masak 2 macam nggak masalah :)
 
Sekali lagi, ini resep a la Keluarga Cinta ya...resep yang disesuaikan dengan selera kami, bukan resep pakem...silakan di modifikasi kalau mau :)
 
Bahan :
 
+/- 200 gram mie basah siap pakai. (kalau mau pakai mie kering, diolah dulu sesuai petunjuk)
2 telur ayam kocok lepas
Daging ayam rebus/goreng, suwir suwir
Kubis
Sawi
Cabe rawit
1 sdm kecap manis
1 1/2  gelas air
1/4 sdt merica (lebih enak pakai merica yang diulek sendiri)
1/2 sdt munjung kaldu bubuk
Sejumput vetsin (kalau suka)
1 sendok sayur baceman bawang, sertakan bawang halusnya, bukan minyaknya saja
1/2 butir tomat diiris tipis
Cabe rawit gerus (optional)
Bawang goreng untuk taburan
 
Cara Membuat :
 
  1. Panaskan minyak dan baceman bawang sampai wangi sambil diaduk aduk,  masukkan  merica, aduk aduk lagi.
  2. Masukkan kocokan telur, diamkan sebentar lalu buat scrambled egg tapi jangan terlalu hancur
  3. Masukkan ayam suwir dan kecap manis
  4. Masukkan air, didihkan
  5. Tambahkan kaldu bubuk dan vetsin, lalu masukkan sayur dan cabe rawit, aduk rata
  6. Terakhir masukkan  mie dan tomat, lalu aduk pelan pelan sampai mendidih. Cicipi, kalau kurang asin ya tambahin kaldu bubuknya dikit lagi.
  7. Angkat dan sajikan setelah ditaburi bawang goreng.
 
Nikmati selagi panas.. :)
 
Notes : gunakan api kecil waktu menumis baceman bawang karena gampang gosong.

Mie Goreng Jowo a la Keluarga Cinta

 
 
Sudah punya Baceman Bawang ? Yuk, sekarang bikin Mie Goreng Jowonya. Ini resep a la Keluarga Cinta ya...resep yang disesuaikan dengan selera kami, bukan resep pakem...silakan di modifikasi kalau mau :)
 
Bahan :
 
+/- 200 gram mie basah siap pakai. (kalau mau pakai mie kering, diolah dulu sesuai petunjuk)
2 telur ayam kocok lepas
Daging ayam rebus/goreng, suwir suwir
Kubis
Sawi
Cabe rawit
2 - 3 sdm kecap manis
1/2 gelas air
1/4 sdt merica (lebih enak pakai merica yang diulek sendiri)
1/2 sdt kaldu bubuk
Sejumput vetsin (kalau suka)
1 sendok sayur baceman bawang, sertakan bawang halusnya, bukan minyaknya saja
1/2 butir tomat diiris tipis
Cabe rawit gerus (optional)
Bawang goreng untuk taburan
 
Cara Membuat :
 
  1. Panaskan minyak dan baceman bawang sampai wangi sambil diaduk aduk,  masukkan  merica, aduk aduk lagi.
  2. Masukkan kocokan telur, diamkan sebentar lalu buat scrambled egg tapi jangan terlalu hancur
  3. Masukkan ayam suwir dan kecap manis
  4. Masukkan air, didihkan
  5. Tambahkan kaldu bubuk dan vetsin, lalu masukkan sayur dan cabe rawit, aduk rata
  6. terakhir masukkan  mie dan tomat, lalu aduk pelan pelan sampai air meresap dan habis
  7. Angkat dan sajikan setelah ditaburi bawang goreng.
 
Nikmati selagi panas.. :)
 
Notes : gunakan api kecil waktu menumis baceman bawang karena gampang gosong.
 
 
 
 

Baceman Bawang


Pernah dengar 'Baceman Bawang' ?

Aku dengar kata ini pertama kali dari seorang temanku di Foodmonster. Suatu hari dia cerita, kalau suaminya beli mie Jowo suka minta tambah baceman bawang di pinggir piringnya. Karena penasaran, aku browsing di internet. Olala....baru aku sadar..ternyata inilah bumbu yang dipakai oleh para bakul mie Jowo di Semarang ! :D

Berbeda dengan penjual mie Jowo atau mie dug dug di Surabaya yang menggunakan bawang merah dan bawang putih geprak, mie Jowo Semarang (dan juga mie Kediri) menggunakan bawang putih yang direndam minyak. Hasilnya memang beda. Lebih sedap yang pakai baceman  bawang. Ada juga yang bilang kalau mie Jowo Semarang itu ada ebi atau udang keringnya. Yang ini aku pernah coba dulu...waktu belum kenal blogging :). Kapan kapan coba lagi lalu masukin blog yah..

Nah, sekarang aku kasih resep Baceman Bawang dulu.

Bahan :

20 bawang putih kupas, keringkan
6 kemiri goreng, keringkan
200 - 300 minyak goreng kualitas bagus
Botol / toples bertutup

Cara membuat :
  1. Haluskan bawang dan kemiri (aku pakai blender)
  2. Campur dengan minyak, aduk rata
  3. Masukkan botol /  toples bertutup. Diamkan selama 3 hari di suhu ruang, jangan dibuka buka
  4. Siap untuk dipakai.

Notes :
  • Photo di atas adalah setelah bawang dan minyak dicampur (hari pertama)
  • Photo di bawah adalah kondisi bawang pada hari ke 3. Terlihat bawang mengambang. Ini tanda bahwa Baceman Bawang sudah siap. Buka tutupnya lalu aduk. Bawang akan jatuh lagi ke dasar toples.
  • Selama masa pemeraman, ada gas yang keluar, jadi tutup botol/toples bisa terdorong lepas.
  • Setelah "jadi", bisa disimpan di kulkas kalau mau dipakai di thawing dulu karena minyaknya pasti membeku.
Baceman bawang ini bisa buat masak Mie Goreng, Mie Kuah, Nasi Goreng, Capcay dan aneka masakan lain yang memiliki aroma ke Jawa-Jawa-an :)

Selamat mencoba !




Home made Golden Syrup

 
 
Homemade Golden Syrup

Waktu bikin tantangan KBB kemarin, yaitu membuat Traditional Mooncake, aku beruntung mendapatkan resep Golden Syrup ini.

Sebenarnya Golden syrup ini bisa dibeli di toko bahan kue, tapi tidak selalu tersedia dan harganya juga tidak murah. Karena sudah mencoba mencari di Surabaya dan bahkan secara online, dan tidak berhasil mendapatkan, akhirnya aku mencoba membuat sendiri dengan resep yang sudah disediakan oleh Jenie Tjahja.
Aku membuatnya dua kali, karena percobaan pertama tidak berhasil. Kesalahanku adalah menggunakan api yang agak kebesaran dan terlalu lama sehingga syrup  menjadi terlalu kental (bahkan waktu sudah dingin menjadi beku) dan pahit.

Percobaan kedua, berhasil, karena aku benar benar menggunakan api kecil dan tidak overcooked.

Ini resepnya, barangkali mau mencoba :
 
400 gram         gula pasir
200 ml             air
50 ml               air lemon, saring

Cara membuat:
  1. Campur gula dan air menggunakan panci stainless steel yang tebal alasnya. Goyangkan pelan supaya gula rata tertutup air.
  2. Rebus di atas api sedang sampai mendidih. Ingat, jangan diaduk ya.
  3. Kalau ada busa banyak dan nempel di pinggir panci, oleskan kuas yang telah dicelupkan air dingin sehingga gula tidak menempel dan mengkristal di pinggir panci.
  4. Setelah mendidih, masukkan air lemon, masak lagi dengan api kecil sekali sampai kurang lebih 40 - 45 menit.
  5. Larutan gula akan berwarna coklat muda keemasan seperti madu. Test kekentalannya dengan mengambil sedikit menggunakan sendok kecil lalu masukkan gelas berisi air biasa. Ketika syrup yang jatuh ke dalam air masih berbentuk baru kemudian pudar, maka Golden Syrup sudah siap.
  6. Setelah dingin, masukkan dalam botol dan bisa disimpan selama setahun.

 Selamat mencoba..

Wednesday, 2 November 2016

KBB #54 - Traditional Mooncakes



Tantangan Klub Berani Baking (KBB) bulan October 2016 ini adalah membuat Mooncake..salah satu makanan kesukaanku dan dari dulu selalu ingin aku buat tapi belum pernah terlaksana..hanya sebatas wacana dan menyimpan resep resep saja.

Kenapa aku suka? Karena bentuknya cantik,  tidak selalu ada sepanjang tahun dan yang pasti (biasanya)  rasanya enak.
Kenapa aku pengen bisa bikin? Karena kalau beli,  harganya mahal.. 😀

Yang perlu diingat, enak atau tidaknya Mooncake sangat bergantung pada enak tidaknya filling.

Baiklah,  mari simak resep berikut..

Kue cantik ini merupakan sajian khas saat merayakan salah satu Chinese Festival, yaitu Mid-Autum Festival.
Yuk….kita mengenal pembuatan kue bulat ini….

Traditional Mooncakes
By Jenie Tjahja (adopted from Christine's Recipes, Traditional Mooncakes)
Prep time: 60 mins
Cook time: 10 mins
Yield: 12 (each 50 grams)

Bahan:



100 gram         Terigu
60 gram          Golden syrup (bisa dibuat sendiri lihat notes)
½ tsp               Air alkaline (air abu)
28 gram           Minyak kacang (bisa diganti minyak sayur)
Isian:
420 gram         Pasta teratai/kacang hijau/kacang merah (bisa beli jadi di TBK)
6 bh                 Telur asin mentah, pisahkan putih dan kuningnya
1 sdm              Cooking wine (optional, untuk merendam kuning telur asin)

Egg wash:
1 bh                 Kuning telur
2 sdm              Putih telur


Cara :
1.      Campur golden syrup, air alkaline dan minyak hingga rata.
2.       Ayak terigu. Aduk rata hingga menjadi adonan. Jangan overmix.
3.       Tutup dengan plastik. Diamkan 40 menit.
4.       Campur kuning telur dengan cooking wine. Keringkan kuning telur dengan tissue dapur. Oven dengan api kecil 5 - 8 menit.  Dinginkan. Belah dua. Sisihkan.
5.      Timbang isian mooncake masing2 35 gram. Bulatkan. Sisihkan.
6.       Panaskan oven 180oC.
7.       Siapkan olesan telur.
8.        Bagi adonan kulit mooncake menjadi 12 . Bulatkan. Tutup kembali dengan plastik.


9.     Ambil satu bulatan adonan. Pipihkan dengan bantuan 2 lembar plastik. Bolongi adonan isi masukkan kuning telur. Bulatkan kembali. Masukkan  bola isian ke dalam kulit. Bulatkan kembali lalu cetak dengan cetakan mooncake yg sudah di oles minyak tipis2 atau spray dengan pam cooking oil. Susun di loyang. Ulangi sampai adonan habis



10.     Panggang sekitar 10 menit. Keluarkan dari oven. Oles dengan telur. Panggang kembali hingga kecoklatan.




11.   Dinginkan lalu taruh di wadah kedap udara. Mooncake akan lembut dan mengeluarkan minyak dan mengkilat dalam waktu 1-2 hari. 



Notes:
Homemade Golden Syrup
400 gram         gula pasir
200 ml             air
50 ml               air lemon, saring
Cara membuat:
(seperti membuat karamel, kuaskan pinggiran panci dengan air dingin untuk menghindari gula yg mengkristal di pinggiran panci ).
1.     Memakai panci stainless, masukan gula dan air. Masak dengan api medium. Jangan diaduk. Goyangkan panci agar gula dan air rata.Didihkan
2.     Masukkan air lemon. Didihkan kembali
Jangan diaduk. Kecilkan api. Lanjutkan sampai sekitar 45 menit sampai menjadi coklat muda dan mengental hampir seperti konsistensi madu. Bisa di simpan sampai setahun.




Happy baking..